Aturan Klaim “Menghilangkan Bekas Jerawat” pada Kemasan Skincare

Facebook
Twitter
LinkedIn

Klaim pada kemasan skincare memiliki dampak besar terhadap persepsi konsumen. Kalimat seperti “menghilangkan bekas jerawat” terdengar sederhana, tetapi secara regulasi termasuk klaim yang harus diperhatikan dengan sangat hati-hati.

Dalam regulasi kosmetik di Indonesia, klaim tidak boleh menyesatkan, berlebihan, atau menyerupai klaim obat. Pengawasan terhadap klaim kosmetik dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika klaim dianggap terlalu absolut atau menyerupai terapi medis, produk dapat bermasalah secara legal.

Karena itu, pemilihan kata pada kemasan harus tepat dan sesuai ketentuan.

Perbedaan Klaim Kosmetik dan Klaim Obat

Kosmetik berfungsi untuk:

  • Membersihkan
  • Mewangikan
  • Mengubah penampilan
  • Melindungi atau menjaga kondisi kulit

Kosmetik tidak boleh mengklaim menyembuhkan penyakit kulit atau memperbaiki kondisi medis secara permanen.

Klaim seperti:

  • “Menyembuhkan jerawat”
  • “Menghilangkan bekas jerawat secara permanen”
  • “Mengobati jaringan parut”

berpotensi masuk ke ranah klaim obat atau terapi medis.

Sebaliknya, klaim yang lebih aman untuk kosmetik biasanya menggunakan kata seperti:

  • Membantu menyamarkan bekas jerawat
  • Membantu mencerahkan noda hitam
  • Membantu meratakan warna kulit

Kata “membantu” penting karena menunjukkan efek kosmetik, bukan efek medis.

Baca Juga : Urutan Skincare Pagi dan Jenis Kemasan yang Tepat untuk Setiap Produk

Mengapa Kata “Menghilangkan” Perlu Hati-Hati?

Kata “menghilangkan” bersifat absolut dan dapat diartikan sebagai hasil pasti. Dalam regulasi, klaim absolut berisiko dianggap menyesatkan jika tidak didukung data uji yang kuat.

Untuk produk skincare, lebih aman menggunakan frasa:

  • Membantu memudarkan bekas jerawat
  • Membantu mengurangi tampilan noda
  • Membantu memperbaiki tampilan kulit

Pemilihan kata ini tetap menarik secara marketing namun lebih aman dari sisi regulasi.

Pentingnya Data Pendukung Klaim

Setiap klaim yang dicantumkan pada kemasan idealnya memiliki dasar ilmiah atau data pendukung, seperti:

  • Uji efektivitas bahan aktif
  • Uji stabilitas produk
  • Uji keamanan penggunaan

Jika brand mengklaim manfaat tertentu, harus ada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan apabila diminta oleh regulator.

Penempatan Klaim pada Kemasan

Selain isi klaim, penempatan dan ukuran tulisan juga perlu diperhatikan. Klaim utama biasanya diletakkan di bagian depan (front label), sedangkan penjelasan lebih detail dapat ditempatkan di bagian belakang kemasan.

Informasi yang harus tetap ada pada kemasan:

  • Nama produk
  • Nomor notifikasi BPOM
  • Daftar bahan
  • Berat/isi bersih
  • Nama dan alamat produsen/distributor

Semua informasi ini wajib tercantum secara jelas dan tidak menyesatkan.

Baca Juga : Standar Kemasan untuk Produk Skincare Kulit Sensitif Sesuai Regulasi Kosmetik

Risiko Jika Klaim Tidak Sesuai Aturan

Jika klaim pada kemasan dianggap melanggar ketentuan, risiko yang dapat terjadi antara lain:

  • Teguran dari regulator
  • Penarikan produk dari peredaran
  • Revisi kemasan
  • Kerugian reputasi brand

Karena itu, koordinasi antara tim marketing, regulatory, dan desain kemasan sangat penting sebelum produk diproduksi massal.

Tips Aman Menggunakan Klaim Bekas Jerawat

Agar tetap menarik secara pemasaran namun aman secara regulasi, berikut beberapa tips:

  1. Gunakan kata “membantu” untuk menghindari klaim absolut
  2. Hindari istilah medis seperti “menyembuhkan” atau “mengobati”
  3. Pastikan klaim sesuai dengan fungsi kosmetik
  4. Siapkan data pendukung untuk setiap klaim
  5. Konsultasikan dengan tim regulatory sebelum cetak kemasan

Pendekatan ini membantu brand tetap kompetitif tanpa melanggar aturan.

Kesimpulan

Klaim “menghilangkan bekas jerawat” pada kemasan skincare harus digunakan dengan hati-hati agar tidak melanggar regulasi kosmetik. Kosmetik tidak boleh mengklaim fungsi medis atau hasil absolut tanpa dasar yang kuat.

Dengan memilih kata yang tepat, seperti “membantu memudarkan bekas jerawat”, serta memastikan dukungan data dan kepatuhan terhadap regulasi BPOM, brand dapat menjaga keamanan hukum sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

Baca Juga : Cara Menggunakan Kemasan Skincare Anti Jerawat agar Tidak Menyebabkan Kontaminasi


Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah kata “menghilangkan bekas jerawat” boleh dicantumkan di kemasan?
Perlu sangat hati-hati karena kata tersebut bersifat absolut dan berpotensi dianggap sebagai klaim berlebihan jika tidak didukung data kuat.

2. Apa perbedaan klaim kosmetik dan klaim obat?
Klaim kosmetik berfokus pada perawatan dan penampilan, sedangkan klaim obat berkaitan dengan penyembuhan atau terapi medis.

3. Mengapa kata “membantu” sering digunakan dalam klaim skincare?
Karena kata tersebut lebih aman secara regulasi dan tidak menjanjikan hasil absolut.

4. Siapa yang mengawasi klaim pada kemasan kosmetik di Indonesia?
Pengawasan dilakukan oleh BPOM sebagai regulator kosmetik di Indonesia.

5. Apa risiko jika klaim pada kemasan melanggar aturan?
Produk bisa mendapatkan teguran, ditarik dari peredaran, atau diwajibkan melakukan revisi kemasan.

Shopping Cart